Apakah pertumbuhan penduduk itu?
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan populasi
sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam
sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran.
(Wikipedia)
Macam-macam Pertumbuhan
Penduduk
a.
Pertumbuhan Penduduk Alami
·
Pertumbuhan
penduduk alami adalah
pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih kelahiran dan kematian.
·
Rumus pertumbuhan penduduk alami
·
Pa = L – M
Keterangan:
Pa = Pertumbuhan penduduk alami
L = Jumlah kelahiran
M = Jumlah kematian
b .
Pertumbuhan Penduduk Migrasi
·
Pertumbuhan
penduduk migrasi adalah
pertumbuhan penduduk yang diperoleh dari selisih migrasi masuk dan migrasi
keluar.
·
Rumus pertumbuhan penduduk
migrasi
Pm = I – E
Keterangan:
Pm = Pertumbuhan penduduk migrasi
I = Jumlah imigrasi
E = Jumlah emigrasi
c .
Pertumbuhan Penduduk Total
·
Pertumbuhan
penduduk total adalah
pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh faktor kelahiran, kematian, dan
migrasi.
·
Rumus pertumbuhan penduduk alami
P =
(L – M) + (I – E)
Keterangan:
P = Pertumbuhan penduduk total
L = Jumlah kelahiran
M = Jumlah kematian
I = Jumlah imigrasi
E = Jumlah emigrasi
Seperti yang sering kita
temui sekarang banyak sekali angkutan kota yang ramai sehingga kita susah untuk
mendapatkan kendaraan umum. contoh seperti di stasiun , terminal , bandara ,
pelabuhan dimana-mana ramai. tanpa kita sadari itu disebabkan oleh pertumbuhan
penduduk yang begitu cepat, sehingga terjadi penumpukan penumpang di setiap
angkutan umum. ada 3 faktor utama penyebab pertumbuhan penduduk begitu cepat
yaitu :
a. kelahiran
(fertilitas)
- Pengukuran Fertilitas Tahunan
adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun
tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk
melahirkan pada tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan
adalah :
(a)
Tingkat Fertilitas Kasar
(Crude Birth Rate )
Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
(b)
Tingkat Fertilitas Umum
(General Fertility Rate )
Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun tertentu.
Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun tertentu.
(c)
Tingkat Fertilitas
Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate )
Adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
Adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
(d)
Tingkat Fertilitas
Menurut Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates Rates)
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
2. Pengukuran
Fertilitas Kumulatif
Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia subaurny. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah :
Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia subaurny. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah :
a. Tingkat
Fertilitas Total (TFR)
adalah jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan :
adalah jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan :
i. tidak ada seorang perempuan yg meninggal sebelum
mengakhiri masa reproduksinya.
ii. tingkat fertilitas menurut umur tdk berubah pd
periode waktu tertentu.
b. Gross
Reproduction Rates (GRR)
adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
c. Net
Reproduction Rates (NRR)
adalah jumlah kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa reproduksinya.
adalah jumlah kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa reproduksinya.
Faktor
Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
1. Faktor
Demografi, antara lain :
a.
Struktur umur
b.
Struktur perkawinan
c.
Umur kawin pertama
d.
Paritas
e.
Disrupsi perkawinan
f.
Proporsi yang kawin
2. Faktor Non Demografi,
antara lain :
- Keadaan ekonomi penduduk
- Tingkat pendidikan
- Perbaikan status perempuan
- Urbanisasi dan industrialisasi
b. kematian (mortalitas)
Berikut sedikit
penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :
1.
Crude Death Rate (CDR)
Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
2.
Age Specific Death Rate (ASDR)
Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
3.
Infant Mortality Rate (IMR)
Adalah tingkat kematian bayi
Adalah tingkat kematian bayi
Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi
Crude Death Rate (CDR) :
- Antara penduduk daerah pedesaan
dan daerah perkotaan
- Penduduk dengan lapangan
pekerjaan yang berbeda
- Penduduk dengan perbedaan
pendapatan
- Perbedaan jenis kelamin
- Penduduk dengan perbedaan
status kawin
c. perpindahan (migrasi)
Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk
yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam
jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
- Faktor individu
- Faktor yang terdapat di daerah
asal
- Faktor yang terdapat di daerah
tujuan
- Rintangan antara daerah asal
dan daerah tujuan
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang
mempengaruhi perpindahan penduduk :
1.
Kekuatan Sentripetal
Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya :
- Terikat tanah warisan
- Menunggu orang tua yang sudah
lanjut
- Kegotong royongan yang baik
- Daerah asal merupakan tempat
kelahiran nenek moyang mereka
2. Kekuatan Sentrifugal
Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
- Terbatasnya pasaran kerja
- Terbatasnya fasilitas
pendidikan.
faktor lain yang
mempengaruhi cepatnya pertumbuhan penduduk di indonesia adalah keyakinan
masyarakat yaitu bahwa banyak anak , banyak rezeki.
“Anak itu rejeki, itu
betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah, tanggung jawab. Jadi kalau
kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu kesalahan besar bagi orang
tua,”
Jadi jumlah yang lahir
jauh lebih banyak dari yang meninggal. Akibatnya, angka pertumbuhan penduduk
meningkat dengan cepat. Peledakan penduduk ini dapat mengacaukan pembangunan
ekonomi dan mengganggu kesejahteraan keluarga. Pendapatan masih rendah,
sementara banyak anak yang harus diurus. Kualitas anak tidak terjamin sehingga
sulit keluar dari perangkap kemiskinan.
faktor lain berikutnya
adalah :
Karena
gagalnya pemerintah dalam menkampanyekan KB (keluarga berencana)
Kendala program KB
adalah otonomi daerah yang mengakibatkan keterputusan koordinasi dan
implementasi program secara luas. Tidak semua daerah mempunyai struktur yang
khusus mengurusi KB. Di tengah perubahan itu fungsi petugas penyuluh lapangan
KB (PLKB) juga tergerus karena kurang dukungan. Padahal PLKB penting untuk
mengedukasi dan memberikan konseling sehingga masyarakat dapat merencanakan
keluarga dengan baik dan rasional.
masalah sosial akibat kepadatan penduduk
:
- terjadinya kerawanan sosial.
- lunturnya nilai-nilai sosial.
- kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
- timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan,
kesehatan, dan keamanan.
masalah lingkungan
fisik akibat kepadatan penduduk :
- kerusakan hutan.
- terjadinya pencemaran lingkungan.
- kekeringan pada musim kemarau.
- semakin sempitnya lahan pertanian,
- timbulnya banjir pada musim penghujan.
Dampak Positif Pertumbuhan penduduk
1.
Tersedianya
tenaga kerja untuk meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhan yang terus
meningkat.
2.
Bertambahnya
kebutuhan akan pangan, sandang, dan papan sehingga berkembang jumlah dan jenis
usaha lokal.
3.
Meningkatnya
investasi atau penanaman modal karena makin banyak
4.
kebutuhan
manusia.
5.
Meningkatnya
inovasi karena penduduk dipaksa untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, agar
produktivitas lahan pertaniannya meningkat, manusia mengembangkan pupuk dan
benih unggul untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat.
Dampak Negatif Pertumbuhan
penduduk
Disamping dampak positif,
pertumbuhan penduduk yang tinggi juga berpotensi menimbulkan dampak negatif
terutama jika tidak diimbangi dengankualitas penduduk dan ketersediaan
sarana prasarana hidup serta lapangan pekerjaan. Beberapa dampak tersebut
antara lain sebagai berikut.
1).
Meningkatnya Angka Pengangguran
Angka pertumbuhan penduduk yang
tidak seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menimbulkan masalah
pengangguran. Sebagian tenaga kerja tidak terserap oleh lapangan kerja yang ada
karena kecepatan pertumbuhan lapangan kerja baru kalah oleh kecepatan
pertumbuhan penduduknya.
2).
Meningkatnya Angka Kriminal
Banyaknya tenaga kerja yang
menganggur atau belum mendapatkan pekerjaan sangat rentan terhadap perilaku
kejahatan atau kriminal. Desakan kebutuhan dapat memaksa sebagian penduduk
untuk melakukan tindak kejahatan.
3).
Meningkatnya Angka Kemiskinan
Pertumbuhan penduduk yang
tinggi berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan sumber daya, khususnya sumber
daya alam. Jika penduduk bertambah, harus disediakan lahan baru untuk memenuhi
kebutuhan pangan/ makanan dan rumah untuk tinggal. Diperlukan lowongan
pekerjaan baru bagi mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Jika tidak
terpenuhi, akan muncul masalah kemiskinan.
4).
Berkurangnya Lahan untuk Pertanian dan Permukiman
Bertambahnya penduduk di suatu
wilayah tentu membutuhkan lahan pertanian dan permukiman baru. Setiap penduduk
yang lahir memerlukan rumah untuk tinggal dan lahan pertanian untuk memenuhi
kebutuhan akan makanan. Makin banyak yang lahir, makin banyak lahan pertanian
dan permukiman baru yang harus disediakan. Pada gilirannya, lahan pertanian
yang ada akan berkurang karena dipakai untuk permukiman.
5).
Makin Banyaknya Limbah dan Polusi
Kegiatan penduduk, baik
kegiatan di rumah, kegiatan perdagangan, atau industri pasti menghasilkan
sampah atau limbah. Makin banyak penduduk, makin banyak limbah yang dihasilkan.
Pada gilirannya, sampah atau limbah akan berdampak buruk pula bagi manusia.
6).
Ketersediaan Pangan Makin Berkurang
Permukiman, industri,
perdagangan, dan aktivitas manusia lainnya terus berkembang yang akhirnya
mengubah fungsi lahan pertanian menjadi non- pertanian. Akibatnya, produksi
pertanian berkurang dan terus berkurang. Ini berarti ketersediaan pangan juga
akan makin berkurang dan terpaksa harus mendatangkannya dari daerah atau negara
lainnya.
7).
Kesehatan Masyarakat Makin Menurun
Pertumbuhan penduduk yang
tinggi, khususnya di daerah perkotaan, akan membuat harga lahan makin mahal.
Akibatnnya, sebagian penduduk tidak mampu membeli lahan dengan luas yang cukup
memadai untuk permukiman. Permukiman menjadi sangat padat sehingga tidak sehat.
Apalagi jika sanitasinya buruk, tentu keadaan itu akan menimbulkan berbagai
macam penyakit.
8).
Berkembangnya Permukiman Tidak Layak Huni
Lahan yang makin terbatas
akibat tingginya laju pertumbuhan penduduk, terutama di daerah perkotaan,
mendorong naiknya harga lahan sehingga sulit dijangkau oleh sebagian penduduk.
Akibatnya, sebagian penduduk terpaksa tinggal di daerah yang kurang layak
dengan membangun rumah seadanya. Biasanya, mereka membangun rumah di tepi
sungai, sepanjang rel kereta api, atau lahan kosong milik pemerintah yang belum
di manfaatkan Daerah tersebut dikenal sebagai daerah kumuh (slum area).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar